Analisis Diameter Antena dan Redaman Hujan Menggunakan Frekuensi Ku-Band Dan C-Band untuk Komunikasi VSAT SCPC Satelit Telkom 3S pada Link Bogor-Tiakur
1. PENDAHULUAN
Sistem komunikasi satelit merupakan suatu teknologi komunikasi yang memiliki jangkauan yang luas sehingga mampu melayani seluruh kawasan suatu negara bahkan benua. Pada masa sekarang komunikasi satelit yang umum menggunakan jenis frekuensi c-band. Sumber daya frekuensi yang terbatas, maka dari itu dalam komunikasi satelit terus berinovasi dalam penggunaan jenis frekuensi yang lain yaitu frekuensi ku-band. VSAT SCPC termasuk ke dalam salah satu jenis layanan komunikasi yang dalam pentransmisian data menggunakan jenis frekuensi c-band dan ku-band. Penggunaan VSAT sebagai alat komunikasi memiliki beberapa keuntungan diantaranya dalam hal instalasi, biaya yang murah dan pemeliharaan yang mudah [1].
Komunikasi satelit dipengaruhi oleh curah hujan, besarnya curah hujan dapat meredam propagasi komunikasi satelit di lapisan atmosfer. Redaman hujan terjadi karena partikel-partikel hujan mengakibatkan terjadinya proses polarisasi dan scattering pada gelombang sehingga dapat mengganggu proses pengiriman gelombang sinyal elektromagnetik ke stasiun penerima atau sebaliknya [2]. Oleh karena itu, redaman hujan dapat mengakibatkan terjadinya pelemahan daya sinyal pada stasiun penerima.
Penggunaan diameter antena VSAT pada dasarnya berbeda-beda. Permasalahan yang ada terjadinya gangguan terhadap media akses antena, baik interferensi dan interferensi sehingga dapat menurunkan kinerja perangkat jaringan VSAT. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan sebelumnya terkait pengaruh diameter antena terhadap tentang kualitas link transmisi suatu Digital TV-Broadcast menggunakan band frekuensi kuband pada satelit Measat 3A berdasarkan parameter level sinyal dan carrier to noise (C/N). Kekurangan pada penelitian ini belum adanya keterangan link komunikasi yang digunakan. Berdasarkkan penelitian ini dihasilkan bahwa hasil yang paling besar untuk nilai C/N untuk menyalurkan data berupa video pada sistem TV-Broadcast adalah dengan antena dimeter 0,8 meter [3].
Penelitian berikutnya, telah dianalisis pengaruh slant range dan diameter antena pada jaringan VSAT terhadap optimasi power dan bandwidth. Hasil yang di dapatkan nilai power dan bandwidth pada jaringan komunikasi berbasis satelit dapat dipengaruhi oleh nilai slant range dan diameter antena [4]. Keterbatasan penelitian ini hanya menggunakan satu jenis frekuensi yaitu frekuensi c-band dan menyarankan penggunaan parameter dari link existing guna menghasilkan parameter yang real.
Berdasarkan penelitian tersebut diperlukan penelitian lain yang membahas pengaruh diameter antena dan redaman hujan terhadap performansi antara jenis frekuensi c-band dan ku-band dengan ukuran diameter antena penerima yang bervariatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil kualitas penerimaan data komunikasi VSAT pada frekuensi Ku-Band dan C-Band untuk masing-masing diamter antena 1 meter, 2 meter, 3,8 meter dan 4,5 meter. Sehingga diharapkan mendapatkan efisiensi kualitas daya carrier to noise ratio dan energy bit to noise ratio yang sesuai dengan standar ITU.
2. METODE PENELITIAN
Lokasi pada penelitian ini terletak di Bogor sebagai pusat transmisi dan lokasi yang kedua terletak di Tiakur yang berperan sebagai stasiun penerima. Stasiun pengirim Bogor terletak di koordinat 6°32'34.40"S dan 106°46'15.48"T dengan ketinggian 173 meter dari permukaan air laut. Sedangkan untuk stasiun penerima terletak di Tiakur pada koordinat 8° 8'49.74"S dan 127°47'31.32"T dengan ketinggian 16 meter dia atas permukaan air laut.
2.1 Parameter Data Satelit Telkom 3S
Informasi terkait parameter data uplink untuk jenis frekuensi Ku-band disajikan pada Tabel 3 dibawah ini.
2.3 Parameter Remote Site Tiakur
3. HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1 Analisis Pengaruh Diameter Antena Pada Frekuensi Ku-Band
Perbedaan ukuran diameter antena ternyata berpengaruh pada tolak ukur performansi kualitas jaringan pada layanan sistem komunikasi satelit. Ukuran diameter antena yang digunakan pada penelitian ini terdapat tiga ukuran yaitu 1 m, 3.8 m, dan 4.5 m. Hasil perhitungan parameter link budget dapat dilihat pada tabel dibawah ini.Berdasarkan tabel 5. Menunjukan bahwa nilai gain meningkat sejalan dengan semakin besarnya ukuran diameter antena. Diameter antena dengan ukuran 1 m menghasilkan gain sebesar 41,31 dBi, untuk ukuran diameter 3,8 m didapatkan nilai gain 52,9 dBi dan nilai gain terbesar sebesar 54,37 dBi untuk diameter antena 4,5 m. Kemudian ukuran diameter antena berpengaruh terhadap parameter figure of merit (G/T). Temperatur sistem yang digunakan sebesar 200 K yang mana dengan nilai gain antena setiap ukuran diameter antena menghasilkan nilai G/T yang berbeda-beda.
Nilai pointing loss terbesar didapatkan nilai 0,283 dB untuk diameter antena 4,5 m sedangkan nilai terkecil sebesar 0,013 dB untuk diameter 1 m. Hal ini menunjukkan bahwa parameter nilai pointing loss semakin tinggi seiring bertambahnya ukuran diameter antena. Selanjutnya parameter Carrier to noise total merupakan nilai yang diperoleh dari hasil perhitungan antara carrier to noise di sisi uplink dan carrier to noise downlink yang terjadi dari satelit ke arah stasiun bumi penerima di kota Tiakur. Berdasarkan nilai yang disajikan pada Tabel semakin besar ukuran diameter antena maka nilai C/N total akan semakin besar juga.
3.2 Analisis Pengaruh Diameter Antena pada Frekuensi C-Band
Hasil nilai C/N total yang tinggi merepresentasikan kehandalan suatu link komunikasi yang baik, sehingga untuk mendapatkan nilai C/N total yang tinggi dapat diperoleh dengan cara memperbesar ukuran diamter antena yang digunakan. Selain itu, parameter yang menentukan kehandalan suatu jaringan sistem komunikasi satelit adalah parameter Eb/No. Hasil perhitungan Eb/No pada frekuensi c-band dengan ukuran diameter antena 1 m didapatkan nilai 12,61 DB, ukuran 3,8 m menghasilkan nilai Eb/No sebesar 17,27 DB dan ukuran 4,5 m diperoleh nilai Eb/No sebesar 17,45 DB. Berdasarkan hasil tersebut maka ukuran antena dengan diameter 4,5 m memiliki performansi terbaik karena memiliki nilai Eb/No tertinggi apabila di bandingkan dengan ukuran antena 1 m dan 3,8 m. Akan tetapi, untuk penggunaan antena 1 m merupakan perangkat yang paling efektif dalam suatu link dengan data rate sebesar 5 Mbps karena ukuran antena yang kecil sehingga jika ditinjau dari efisiensi biaya lebih minimum.
3.3 Analisis Pengaruh Redaman Hujan pada Frekuensi Ku-Band dan C-Band
Berdasarkan grafik diatas pada kanal c-band tidak terlalu berpengaruh terhadap redaman hujan walaupun dengan curah hujan yang tinggi. Hal ini karena curah hujan dengan nilai 15 mm/h sampai 145 mm/h dihasilkan nilai redaman hujan yang tidak terlalu besar. Nilai redaman hujan tertinggi sebesar 2,25 DB pada curah hujan 145 mm/h. Berikut perbandingan nilai redaman hujan pada frekuensi ku-band dan c-band dapat dilihat pada grarik di bawah ini.
Comments
Post a Comment